SHARE WITH SOCIETY

Hidup ini adalah kesempatan, hidup ini untuk melayani Tuhan, jangan sia-siakan waktu yang Tuhan bri. Hidup ini harus jadi berkat. Demikian kutipan syair dalam lagu Hidup Ini Adalah Kesempatan. Syahdu terdengar, lembut mengingatkan jiwa-jiwa yang terpanggil untuk terlibat dalam pelayanan. Pelayanan SMAK PENABUR Harapan Indah yang dimotori oleh OSIS SMAK HI 2019, telah melaksanakan kegiatan Live In di Desa Bawang, Kota Batang, Pekalongan, Jawa Tengah, pada 21-25 Juni 2019.

Kegiatan Live In 2019 ini membawa warna yang berbeda bagi 27 peserta yang mengikuti kegiatan tersebut. Misi utama yang ingin disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah tinggal dan mengikuti aktivitas bersama orang tua asuh dengan lingkungan yang benar-benar baru untuk para peserta. Dalam Live In ini dilaksanakan kegiatan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan, periksa mata dan pemberian kaca mata baca untuk para lansia, pemberian obat-obatan yang dilakukan gratis. Ada juga kegiatan penjualan kebutuhan hari-hari dan pakaian yang murah. Harganya benar-benar terjangkau dengan daya beli masyarakat.

Persiapan dilakukan sejak Februari 2019 mulai dari penggalangan dana melalui Galon Aksi Seribu. Dengan cara, menaruh galon kosong di tiap lantai sekolah dan para warga sekolah diajak untuk menyisihkan uangnya bersama-sama. Selain itu, dilakukan pengumpulan persembahan di setiap ibadah yang dilaksanakan dan diikuti oleh warga SMAK HI sepanjang tahun ajaran. Selanjutnya, pengumpulan pakaian layak pakai dan buku-buku bacaan layak baca, juga pengecekan dan pengadaan obat-obatan.

Perjalanan menuju lokasi Live In  dengan mengendarai bus disambut dengan antusias oleh para peserta. Tepat pukul 09.30 rombongan berangkat menuju lokasi dan menempuh waktu selama kurang lebih 8 jam. Pkl. 17.30 peserta sampai di lokasi. Udara sejuk lereng kaki pegunungan Dieng menyambut kedatangan para peserta. Suasana penyambutan di GKJ Bawang oleh para warga dan jemaat dengan menikmati teh manis hangat yang menghilangkan kelelahan perjalanan. Acara dilanjutkan dengan para peserta dan warga lebur bersama makan malam yang lezat. Setelah kenyang dengan hidangan, peserta berkenalan dengan para orang tua asuh dan menuju rumah orang tua asuh masing-masing.

Semalam beristirahat di rumah orang tua asuh. Cerita seru dari para peserta, merasa sangat disayang dengan banyak sajikan panganan yang enak-enak. pagi hari setelah renungan pagi bersama dengan keluarga asuh, dilanjutkan sarapan, peserta mengikuti kegiatan di rumah para orang tua asuh. ada yang hanya tinggal di rumah dan melaksanakan kegiatan rumahan, seperti bersih-bersih rumah, ada juga yang membantu orang tua asuh yang memiliki usaha catering, perkebunan bahkan ada juga yang menjadi guru. Serrruu… !!!!!

Siang hari setelah makan siang di rumah orang tua masing-masing, para peserta berkumpul di gereja untuk persiapan kegiatan baksos yang dilaksanakan esok harinya, usai ibadah bersama. Para peserta dibagi dalam kelompok-kelompok kerja yang sudah di bagi di sekolah hari-hari sebelumnya. Kelompok sembako murah menyiapkan paket sembako sebanyak 220 paket yang nantinya per paket akan dijual seharga Rp.10.000 dengan isian paket berupa beras, gula pasir, minyak goreng, mi instan, susu kaleng. Paket sembako murah ini dijual dengan menggunakan kupon, yang dibagikan oleh para pemimpin desa, agar tepat sasaran betul-betul bagi warga yang membutuhkan. Tim pengobatan gratis, tak kalah seru. Mereka menyiapkan alat-alat pemeriksanaan, meja pendaftaran dan meja penyerahan obat. Demikian juga dengan tim pakaian murah, mereka menyiapkan kelompok-kelompok kategori berdasarkan jenis pakaian yang di jual.

Lelah menyiapkan kesiapan kegiatan social, kembali para peserta, para orang tua asuh, jemaat gereja dan para warga makan malam bersama di pelataran gereja. Dinginnya malam menjadikan suasan lebih hangat dalam kebersamaan.

Pagi menyapa, it was Sunday…. Dan kita semua bersiap untuk ibadah bersama. Dalam ibadah ini, para peserta memberikan diri memberikan kesaksian, melalui pujian. Kembali pujian Hidup Ini Adalah Kesempatan dipujikan, syahdu, memeluk hangat sejuknya udara pagi di GKJ Bawang. Usai ibadah, kegiatan bakti social langsung dilaksanakan di pelataran gereja.

Sungguh luar biasa antusiasme masyarakat sekitar dalam kegiatan tersebut. Tua-muda, laki-laki dan perempuan semua berbaur dalam sukacita bakti social. Antusiasme untuk mengikuti pengobatan gratis, pembelian baju murah pun disambut dengan suka cita. Diselingi hiburan music seadanya dari para peserta. Tawa ceria, berbagi cerita, sukacita menyemarakkan kegiatan bakti social tersebut. 220 paket sembako terjual. 150 orang warga yang mengikuti pengobatan dan pemeriksaan mata gratis. Lebih dari 300 potong pakaian layak pakai terjual. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 10.00 -14.00. suka cita dengan makan siang bersama dengan hidangan khas jawa. Buntil, nasi jagung dan hidangan lezat lainnya, khas kampung Bawang. Para peserta menikmati makan siang dengan penuh suka cita, terlihat dari berulang kali tambah hehehe…

Sore menjelang, usai bersih-bersih diri di rumah orang tua asuh masing-masing, para orang tua asuh beserta peserta berkumpul kembali di gereja untuk mengadakan malam riang ria. Diawali dengan makan malam bersama. Sangat hangat dengan hidangan bakso dan segelas teh manis hangat. Malam riang ria adalah acara malam kebersamaan. Di rangkai dengan games, tawa ceria, nyanyi bersama. Tapi yang lebih menyatukan kebersamaan adalah momen saat peserta menyampaikan kesan pesan pengalaman yang di dapatkan bersama para orang tua asuh. Demikian pun sebaliknya dari orang tua asuh untuk para peserta. Haru biru mewarnai malam itu. Usai menyampaikan kesan pesannya, para peserta memberikan “sesuatu” yang khusus memang mereka siapkan untuk para orang tua asuh. Acara berlangsung hingga hampir tengah malam, namun tak menyurutkan keakraban diantara peserta dan para orang tua asuh. Peluk hangat mengiringi para peserta dan orang tua asuh kembali ke rumah masing-masing.

Pagi hari menyapa, inilah saat yang ditunggu semua… kita pergi ke pantai. Yeezz… senang bisa pergi sama-sama dengan para orang tua asuh dan keluarganya. Menikmati semilir angin pantai, bermain di deburan ombak dan menikmati hangatnya pasir laut. Memancing ikan, bahkan membangun tenda dom sederhana untuk sekedar menikmati alam walau sejenak.  Sore menyapa, kami pun bersiap kembali ke Bawang dengan waktu tempuh 2 jam untuk satu kali perjalanan. Kami kembali dengan penuh suka cita.

Usai istirahat malam, meski pagi telah menyapa hari yang baru. Tapi rasanya peserta enggan untuk beranjak. Yaa… karena ini adalah hari terakhir, dimana peserta harus kembali ke Bekasi untuk melanjutkan kegiatan harian. Kami bersiap dan berkumpul kembali di gereja untuk melakukan opening ceremony. Inilah acara bagian yang paling berat untuk dilakukan. Berpisah dengan orang tua asuh, para warga dan kenalan lainnya yang beberapa hari selalu bersama-sama dalam suasana kekeluargaan yang hangat. Derai air mata dan pelukan erat yang seolah tak ingin dilepas mengiringi perjalanan kami kembali ke Bekasi. Kami pulang dengan ungkapan penuh rasa syukur atas pengalaman Live In yang diperoleh. Ach… seandainya kemesraaan itu tak segera berlalu… namun SMAK HI bersyukur atas apa yang sudah dilakukan dalam kegiatan Live In.

Berbagai bukan cuma karena apa yang ada pada kita, tapi lebih dari itu. Berbagi rasa, kasih dan berkat bagi semua.  Dan akhirnya, oh Tuhan pakailah hidup ku, selagi aku masih kuat, bila saatnya nanti ku tak berdaya lagi, hidup ini sudah jadi berkat. Terima kasih Tuhan untuk waktu yang Kau berikan bagi SMAK Penabur Harapan Indah berbagi dengan sesama, sekali pun jauh di Jawa Tengah. Sampai jumpa di cerita pengalaman Live In di tahun yang akan datang.