RESAPI 3

ABSTRAK :

Apakah setiap orang punya alasan menjalani hidup sejak ia bangun pagi? Apakah alasanmu? Setiap orang diharapkan memiliki alasan untuk menjalani hidup sejak ia bangun pagi. Karena alasan-alasan yang dimiliki seseorang sesungguhnya menentukan bagaimana ia hidup.

APA ALASAN ANDA BANGUN DI PAGI HARI?

Apakah Anda termasuk orang yang menyukai masakan khas Jepang, “Sushi” ? Mungkin banyak di antara kita mengetahui “Sushi” itu jenis makan seperti apa. Nah, saya ajak Anda untuk mengetahui hal ini.

Di Tokyo ada sebuah restoran Sushi yang terbaik di dunia. Retoran ini letaknya di daerah Ginza, dekat dengani stasiun kereta api.  Restoran ini bukanlah restoran bintang lima dengan bangunan yang besar dan interior mewah, juga mencolok mata. Ia hanya bangunan yang kecil dimana tempat yang tersedia hanya untuk 10 tamu. Tetapi restoran ini tidak boleh diremehkan sebab tamu yang datang bukanlah orang-orang sembarangan.  Restoran “Sushi” ini pernah disambangi oleh Barack Obama, pada saat ia melakukan kungjungan kenegaraan ke Jepang. Di saat itu, Obama diajak oleh perdana menteri Jepang, Shinzo Abe, untuk menikmati yang khas dan luar biasanya menu  yang disajikan restoran ini. Bahkan dibuktikan oleh Obama dengan menyatakan, “saya dibesarkan di Hawai, tetapi saya belum pernah makan hasil laut  selezat ini”. Ternyata bukan Obama saja yang pernah ke sana, ada begitu banyak artis Hollywood yang datang untuk makan “Sushi” di restoran tersebut. Restoran ini bernama “Sukibayashi Jiro”. Pemerhati  khusus kuliner, “Michelin Guide Tokyo”, sejak 2007 memberikan predikat  bintang tiga kepada satu-satunya Restoran “Sushi” terbaik yang ada di dunia saat ini. Di dunia ini hanya ada 100 restoran yang berpredikat bintang tiga Michelin, salah satunya “Sukibayashi Jiro”. Tetapi pada tahun 2020 ini, “Sukibayashi Jiro tidak lagi berpredikat bintang tiga dikarenakan terlalu eksklusif dimana hanya menyediakan tempat untuk 10 tamu saja.

Ada siapa di balik terkenalnya restoran Sukibayashi Jiro ini? Yang pasti alasannya adalah sang pemilik restoran itu, JIro Ono. Ia berusia 80 tahun, merupakan seorang “chef” yang punya keahlian khusus memasak “sushi”. Ia lahir pada tahun 1925 di daerah Shizuoka, Jepang. Dalam membuat Sushi ia tidak dengan sembarangan memberikan mandat  kepada para pekerjanya. Jiro sendiri yang menyiapkan segala sesuatunya, dari awal mencari bahan pokoknya hingga menyajikannya kepada para tamu. Ia tahu benar mencari dan memilih hasil laut yang segar dan terbaik, bagaimana menyajikan  nasi dari bentuk hingga tingkat kepanasannya, sampai dengan memilih aneka “sushi” yang berbeda kepada setiap para tamu. Semua dilakukan dengan sangat “detail”. Kesabaran dan ketelitiannya dalam membuat “sushi” menjadikan setiap hidangan yang disajikan tampak begitu presisi dan sempurna. Perbandingan temperatur serta jumlah nasi dan ukuran protein, hingga letak “sushi” di atas piring menunjukkan keterampilan tingat tinggi yang dikuasai oleh Jiro Ono.


Setiap tamu akan dilayani dengan cara “omakase”, duduk di depan Jiro dan mereka tidak perlu memesan apapun karena Jiro yang menentukan apa yang akan disediakan buat mereka, dari hidangan ringan sampai berat. Langsung disajikan yang baru diolah dan benar-benar hangat. Tetapi tidak perlu risau karena setiap menu yang dibuat Jiro adalah menu masakan dengan cita rasa tinggi. Bahkan untuk menjaga keaslian dari makanan yang disajikan, Jiro selalu menyediakan hasil laut yang benar-benar segar dan cuka yang digunakan sebagai pendamping makanan pun dibuat sendiri olehnya. Untuk menikmati “sushi” di restoran “Sukiyabashi Jiro” ini, seseorang harus mengocek uang sekitar  2,7 -3,6 juta rupiah. Bahkan untuk bisa menikmati “sushi” buatan jiro ini seseorang harus memesan tempat minimal satu bulan sebelumnya. Luar biasa bukan?!

Apa yang spesial dari hidup Jiro? Ia memulai usaha restoran “Sukibayashi Jiro” sejak ia berusia empat puluh tahun. Ia dengan semangat meniti karir hingga bisa meraih kesuksesan seperti saat ini. Sebagai bagian dari masyarakat Jepang, Jiro selalu punya alasan untuk bangun di pagi hari. Apakah alasan apa ia bangun di pagi hari, melakukan sesuatu yang berharga, sudah dipastikan ada jawabnya. Masayarakat Jepang memiliki sebuah nilai hidup yang disebut dengan “IKIGAI”. Ini adalah istilah Jepang untuk menjelaskan kesenangan dan makna kehidupan. Kata itu secara harfiah meliputi “iki”, yang berarti kehidupan dan “gai”, yang berarti nilai. “IKIGAI” kadang diekspresikan sebagai “alasan untuk bangun di pagi hari”.Sebuah nilai hidup yang dimiliki masyarakat Jepang bahwa selalu adal alasan untuk bangun di pagi hari dan menjalankan aktivitas. Ini kekuatan yang melatar belakangi orang Jepang begitu terkenal disiplin, bahkan “workaholic”. Sehingga setiap hal yang dilakukan begitu mendetail dan bertanggungjawab. Di dalam “IKIGAI” selalu ada usaha membangun atau memotivasi diri menjadi yang baik dalam situasi dan kondisi tertentu, menyadari selalu ada harga yang harus dibayar, dan mengoptimalisasi kecintaan dan rasa memiliki, juga mencurahkan perhatian yang lebih mengenai kebutuhan lingkungan di mana ia hadir”.

Apakah ada alasan kita bangun di pagi hari? “Shema Yizreel Adonai Eloheinu Adonai Ehad.” Dalam Ulangan 6:4, “Dengarlah, hai orang Israel: Allah itu TUHAN kita, Allah itu esa.” dipandang sebagai pengakukan orang Israel atas kepercayaan akan Tuhan Yang Mahaesa. Allah yang mengasihi bangsa Israel sekaligus Allah yang memperkenalkan diri bahwa dia adalah TUHAN orang Israel. Dalam Ulangan 6:5 dinyatakan lebih lengkap, “Kasihilah   TUHAN, Allahmu , dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Maka dengan tegas kita diajak dalam seluruh wujud hidup yang kita kiprahkan,  tindakan dan perkataan sejatinya untuk kemuliaan Tuhan. Mengapa? Karena Allah telah lebih dahulu mengasihi manusia, bahkan kita menjadi berharga dan mulia di mataNya. Dalam Perjanjian Baru, Allah memperkenalkan diriNya sebagai Allah yang menjadi manusia, lalu kemudian terpasung mati di kayu salib. Sepadan dengan ayat di atas, Matius 22:37-40 menambahkan, “Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”   Ini berarti, kita dipanggil bukan saja membalas kasih Allah, tetapi juga diminta mengasihi sesama, seperti kita mengasihi diri sendiri.

Hampir serupa dengan “IKIGAI”, ada sebuah alasan mengapa kita menjalani hidup setelah bangun pagi, yaitu semangat untuk membalas kasih Allah sekaligus mengasihi sesama, diri sendiri, dan seluruh ciptaan.  Seperti Jiro, dengan penuh disiplin dan tanggungjawab, ia mengerjakan hal-hal detail sebagai panggilan dari makna hidupnya,  memberikan pelayanan eksklusif dengan cita rasa sempurna bagi orang lain, demikian pula kita. Dengan semangat yang dilingkupi kasih Allah, kita bisa menjadi orang yang sanggup memberikan cinta, perhatian, kepedulian kepada orang-orang yang membutuhkan, tentu dengan cita rasa Kasih yang  sempurna.

Dalam rangkaian acara Character Day SMAK Penabur Harapan Indah, setiap pribadi di dalamnya diingatkan untuk membangun karakter yang berakar kuat pada Spritualitas kasih Allah. Kemampuan kognitif tidaklah cukup, dibutuhkan kecakapan karakter yang bisa menghantar kasih Allah kepada seluruh ciptaan, yaitu dirinya sendiri, sesama manusia, bahkan makhluk hidup lainnya. Dengan semua proyek yang dijalani oleh setiap guru, karyawan, dan siswa,  semoga menjadi pengalaman berharga sebagai usaha membangun kebiasaan mengasihi sesama.

 

Jadi, apakah ada alasan untuk menjalani hidup setelah bangun pagi? “Ya!” mendalami kasih Allah di dalam hidup dan menghantarnya kepada sesama manusia, seperti untuk dirinya sendiri!

 

*terinspirasi dari materi pembinaan PKBN2K

Ray Sahertian