RESAPI 4

Abstrak :

Setiap orang pasti mencinta. Namun jika mau ditelusuri, cinta seperti apa yang dilakoni setiap orang, cinta emosional atau cinta rasional? Manakah yang lebih penting? Diantara keduanya memiliki tujuan yang berbeda. Tetapi cinta itu bertujuan memanusiakan manusia!

 

“Valentine : menerobos benteng diri yang kokoh”

Anda tahu petikan dialog ini: “ jangan, biar aku saja, karena rindu itu berat” atau “sejak kenal dengan kamu, aku jadi beda!” ? itu petikan dialog dalam film Dilan dan Ada Apa Dengan Cinta. Film-flm yang mengisahkan cinta masa-masa SMA. Setiap zaman selalu ada saja film fenomenal tentang cinta SMA. Bahkan lebih awal muncul film Gita Cinta Dari SMA.  Cinta bagi anak SMA atau usia remaja, selalu penuh dengan sejuta kisah; benci tapi rindu, sahabat menjadi pacar. “backstreet”, “secret admire”, teman “menikung” teman, dan yang lainnya. Sejuta kisah ini tentunya dibalut dorongan-dorongan psikologis dan biologis yang tumbuh kembang di usia-usia remaja. Anda pasti pernah mengalaminya!?

 

Bicara soal cinta, ada dua tipe cinta yang sehari-hari dekat dengan kita, yaitu cinta emosional dan cinta rasional. “yuk” kita lihat satu persatu.

Cinta Emosional adalah bentuk cinta yang amat sangat dipengaruhi sisi emosional atau perasaan seseorang. Cinta jenis ini adalah cinta romantis. Ia adalah cinta yang dating dengan misterius. Datang dan pergi tidak seorang pun yang dapat memastikannya. Cinta yang sering menjadi daya magis bagi penyair, penulis lagu, penyair, penulis novel, bahkan sutradara film. Cinta ini berangkat dari perasaan yang intens dan kuat terhadap lawan jenis. Cinta ini bisa dilihat fakta-faktanya. Seseorang yang sering senyum-senyum sendiri di sudut kelas, membaca “chat” dengan senyum lepas, lebih sering melamun dengan wajah berseri, seseorang yang tiba-tiba menjadi pribadi yang berbeda: lebih rajin, lebih perhatian, lebih peduli. Seseorang yang penuh dengan cinta emosional, energi hidupnya habis untuk memikirkan kekasih hati. Hanya ada “dia..dia..dia…dan dia”. Namun di tengah kemeriahan cinta romantis ini, ia meninggalkan bom waktu, karena jika salah dipahami dan disiasati dengan bijaksana, cinta bentuk ini mengarahkan seseorang menjadi orang yang egois. Cinta ini berpusat pada kepentingan diri sendiri, sebab diri sendirilah yang menjadi ukuran keberhasilan dari relasi yang terjalin. Maka tidak heran akan muncul perasaan benci yang sesungguhnya rindu.

Cinta Rasional adalah cinta yang sangat dipengaruhi logika. Erich Fromm, seorang psikoanalis, dalam bukunya “Art Of Loving” menegaskan bahwa cinta tidak sekadar bermodalkan perasaan tetapi juga kesadaran penuh dan penalaran.

Ada empat unsur cinta yang menguatkan cinta rasional; “care” (peduli), “responsibility” (tanggungjawab), “respect” (menghargai), dan “knowledge” (kesediaan mengenal dan menerima pasangan apa adanya). Cinta ini bukan berarti cinta yang “kosong”, yang penuh dengan pertimbangan untung-rugi, atau pragmatis. Dengan empat unsur cinta menghantar seseorang memperjuangkan cinta untuk tujuan kemanusiaan yang luhur. Cinta Rasional adalah proses memandulkan sisi gelap cinta emaosional, egoisme. Jenis cinta ini juga mendorong manusia menjadi dewasa dalam cinta dan mendorong manusia untuk tidak larut dalam cinta diri sendiri yang berlebihan. Oleh karena itu, seseorang dengan cinta rasional, tidak tenggelam dalam rasa manja, menjadi pribadi yang lemah, atau pasif dan selalu bergantung pada orang lain, melainkan menjadi pribadi kuat dan produktif. Dengan kata lain, orang yang juga menempatkan cinta rasional dalam mengungkapkan perasaannya adalah orang yang berjuang untuk memanusiakan manusia.

Jadi di antara keduanya, manakah yang lebih penting, cinta emosional atau cinta rasional? Keduanya harus dimiliki manusia. Tanpa cinta emosional manusia “kosong” tidak memiliki sisi romantis. Tetapi sebaliknya, manusia tanpa rasionalitas dalam cinta akan melahirkan manusia yang egois.

Bunda Teresa, memutuskan keluar  untuk merawat orang-orang di luar biara. Pada tahun 1950 Ia mendapatkan izin dari Vatikan untuk melayani dalam wadah Misionaris Cinta Kasih di Kalkuta, India. Ia bersama 13 orang anggota merawat yang lapar, telanjang, tunawisma, orang cacat, orang buta, penderita kusta, semua manusia yang merasa tidak diinginkan, dicintai, diperhatikan oleh lingkungannya. Dia memulai pekerjaan misionarisnya bersama orang miskin pada 8 Desember 1948, meninggalkan jubah tradisional biarawati dengan berganti kain sari katun sederhana berwarna putih yang dihiasi dengan pinggiran biru. Bunda Teresa menghabiskan beberapa bulan di untuk menerima pelatihan dasar medis kemudian memberanikan diri ke daerah kumuh. Ia mengawalinya di sebuah sekolah di Motijhil (Kalkuta); kemudian ia segera membantu orang miskin dan kelaparan. Pada awal tahun 1949, ia bergabung dalam usahanya dengan sekelompok perempuan muda dan meletakkan dasar untuk menciptakan sebuah komunitas religius baru untuk membantu orang-orang “termiskin di antara kaum miskin”. Satu keyakinan yang muncul darinya tatkala ia menyatakan, ”mereka hidup tidak selayaknya seorang manusia, biarlah saya merawatnya, sehingga ketika meninggal, mereka meninggal selayaknya seorang manusia.” Bunda Teresa menginspirasi ribuan perempuan untuk bergabung dengan Misionaris Cinta Kasih melayani banyak orang.

Benar yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan di Matius 25:40 : “ Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” Sebuah ajakan untuk melihat orang lain ketimbang melihat jauh ke diri sendiri. Ada orang lain yang butuh cinta rasional dari setiap manusia, sekaligus cinta kasih universal harus menyapa banyak orang. Dalam Matius 25:40 digambarkan sebaliknya, “Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.” Cinta emosional mengantar manusia tidak melakukan apapun, baik bagi orang lain maupun bagi Allah. Kepuasan diri sendiri adalah benteng atau sekat yang terpasang kokoh di dalam diri manusia. Dengan menghadirkan cinta rasional yang diterangi cinta kasih Allah, maka manusia akan menerobos dan menghancurkan segala sekat dan tembok yang ada.

Setiap hari adalah hari kasih sayang. Valentine bukanlah acara seremonial belaka yang selalu dipuja dan diprotes. Valentine adalah proses yang dijalani setiap saat. Selamat merayakan hari Valentine! Selamat menerobos sekat! Demi memanusiakan manusia…